Posted by: tsdipura | August 9, 2016

Sip diterima…lanjut langkah #2

Alhamdulillah…dini hari tadi ternyata ada surel menggembirakan dari editor salah satu jurnal nasional. Berikut isi surel tersebut

editor-accepted

Yap…makalah kami berjudul “Studi Awal Desain Pebble Bed Reactor berbasis HTR-PM dengan skema resirkulasi bahan bakar Once-Through-Then-Out” di terima untuk publikasi di jurnal tersebut. Maaf…judulnya kepanjangan ya, sy juga bingung mendekin nya gimana.

Kira-kira  sepekan sebelumnya sy menerima surel dari editor juga bahwa makalah sy perlu direvisi berdasarkan masukan dari dua reviewer.

editor-revisionneeded

Hmm..ternyata sang editor ngirim surelnya dini hari terus ya, apa diputuskan sambil setelah istikharah yang disambung tahajjud ya? hehe…menarik aja klo liat waktu ngirim dua berita diatas di waktu dini hari. Ehh..br nyadar klo surel penerimaan diatas kok ‘datang dari masa depan ya?’, waduuh smg bukan surel palsu.

Terus ini makalah jawab apa sih?

OK..sebenernya ini semacam langkah awal dari jawaban terhadap pertanyaan ‘bs gak kita desain PBR optimal dengan skema resirkulasi OTTO ?’ trade-off apa (secara kuantitatif) yang perlu dibayar untuk ‘membeli’ penyederhanaan dengan diterapkannya resirkulasi OTTO?

Untuk itu, kami mulai dari desain HTR-PM nya CNEC Tiongkok yang sedang dibangun saat ini dan boleh dibilang sebagai desain paling mapan saat ini.

Pada usaha pertama kami ini, dengan menerapkan resirkulasi OTTO, kami hanya melakukan perubahan daya teras tanpa merubah komposisi bahan bakar dan juga geometri. Desain teras harus memenuhi syarat keselamatan yaitu (1) rapat daya maksimum dibawah 4.5kW/pebble, dan (2) temperatur bahan bakar ketika terjadi kecelakaan terparah tidak melebihi 1600 derajat celcius. Selanjutnya optimasi harus dilakukan dengan melakukan perubahan terhadap parameter2 desain lainnya.

Ok..ini abstraknya aja dulu deh,

ABSTRAK.

STUDI AWAL DESAIN PEBBLE BED REACTOR DENGAN RESIRKULASI BAHAN BAKAR ONCE-THROUGH-THEN-OUT. Reaktor nuklir tipe pebble bed reactor (PBR) adalah salah satu reaktor canggih dengan fitur keselamatan pasif yang kuat. Potensi kogenerasi dari desain PBR yang bisa bermanfaat untuk pengolahan berbagai mineral di berbagai pulau di Indonesia. Salah satu faktor yang penting dari desain reaktor yang akan diterapkan adalah kesederhanaan dalam pengoperasian reaktor tersebut. Operasi PBR dapat lebih disederhanakan dengan menerapkan skema pengisian bahan bakar once-through-then-out (OTTO) dimana bahan bakar pebble hanya akan melewati teras reaktor sekali. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara kuantitatif dampak dari perubahan skema resirkulasi bahan bakar terhadap performa teras PBR dan mendapatkan desain optimasi awal reaktor tipe PBR dengan skema resirkulasi OTTO. Perangkat lunak PEBBED digunakan untuk memperoleh teras setimbang PBR dengan berbagai skema resirkulasi bahan bakar. Hasil perhitungan memberikan data dampak penerapan skema resirkulasi bahan bakar berbeda, khususnya skema OTTO. Perhitungan juga memperoleh desain optimasi awal desain PBR berbasis HTR-PM dengan skema siklus OTTO dimana daya harus diturunkan hingga 115 MWt untuk mempertahankan fitur keselamatan. Kesederhanaan operasi reaktor dan komponen yang lebih sedikit dengan skema OTTO, meskipun daya lebih kecil dari desain referensi, tetap membuat desain optimasi awal ini menjadi alternatif desain yang menarik.

ok..alhamdulillah semoga tulisan langkah #1 ini segera terbit, dan hasil-hasil dari optimasi langkah kedua bs mengikuti…insyaAllah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: