Posted by: tsdipura | July 22, 2016

Skema resirkulasi Pebble Bed Reactor

Obrolan sy di senten2016 menyajikan dampak dari skema resirkulasi bahan bakar yang berbeda terhadap performa PBR. Emang opsinya gimana aja skema resirkulasi pada teras PBR ? Hmm…dimakalahnya ada sih, tp sy posting juga deh khusus tentang ini dengan memanfaatkan gambar yang ada di makalah tersebut.

Pertama, perlu diketahui bahwa bahan bakar dari reaktor nuklir tipe pebble bed reactor berbentuk bola-bola dengan diameter 6cm, mirip bola biliyar atau bola tenis. Hingga setengah cm kedalaman permukaan bola tersebut terbuat dari grafit dengan massa jenis sekitar 1.75g/cc. Lebih dalam dari itu, unsur utama masih grafit tersebut tapi tersebar secara merata ribuan coated fuel particle (dikenal dengan nama TRISO particle, tri-isotropic) dengan diameter kurang lebih 1milimeter tiap partikel kecil tersebut. Didalam masing-masing partikel kecil inilah terdapat bahan bakar berupa uranium-oksida (UO2), bagian ini disebut kernel bahan bakar atau kernel UO2. Kernel ini lalu dilapisi oleh beberapa lapisan: Read More…

Posted by: tsdipura | July 22, 2016

Obrolan di Poltek Negeri Batam

Seminar adalah kesempatan baik untuk menceritakan penelitian kita, juga dengerin obrolan orang lain tentang penelitian mereka. Naah, di SENTEN2016 kali ini sy bawakan obrolan (dalam format poster) dengan judul ‘Study on fuel multipass effect on core performance of small pebble bed reactor ‘.

Ringkasnya, makalah ini cerita hasil riset kecil-kecilan tentang dampak dari skema pengisian bahan bakar pada teras pebble bed reactor (pbr) terhadap performa teras tersebut, khususnya teras yang secara geometri dan level daya kecil. Disisi lain, tulisan ini juga sedikit mendemonstrasikan kemampuan kami di PTKRN-BATAN dalam mendesain teras pbr termasuk mengoptimalkan fleksibilitas skema resirkulasi bahan bakar.

Abstraknya, ya seperti berikut ini (ini sebelum diperbaiki sesuai masukan dari Reviewer) : Read More…

Posted by: tsdipura | July 22, 2016

330/400…hello Bataaam.

Hari ini dapat email (terkirim semalam siih, tp sy buka pagi ini) dr panitia SENTEN2016 tentang hasil evaluasi makalah yg saya ajukan untuk ikutan di seminar ini. Alhamdulillah sang reviewer memberi nilai 330 dari maksimum 400, artinya sy diterima untuk bisa gabung dalam SENTEN2016 karena passing grade nya 250.

Dari hasil review, ada dua aspek dimana sy dapat nilai poll yaitu

(1) Kesesuaian judul makalah dengan isi makalah,

Makalah sy berjudul, “STUDY ON FUEL MULTIPASS EFFECT ON CORE PERFORMANCE OF SMALL PEBBLE BED REACTOR”, harusnya makalah memaparkan bagaimana dampak dari skema pengisian bahan bakar yang berbeda (multipass dgn n-pass berbeda, bahkan single-pass) terhadap performa teras Pebble Bed Reactor (PBR) kecil. Hmm..memang pada tulisan ini kasusnya dibatasi pada teras PBR kecil yg mengacu pada desain HTR-10. Read More…

Posted by: tsdipura | July 13, 2016

Desain(er) Reaktor Nuklir dan Gen-IV

Sabtu 4 Juni 2016 lalu, sy berkesempatan untuk memberi paparan tentang Reaktor Nuklir Generasi IV di STTN BATAN Yogyakarta. Dalam persiapan materi, sy fikir peserta yg hadir sudah punya latar belakang yg cukup tentang reaktor nuklir karena emang sekolah di STTN-BATAN. Akhirnya sy pilih strategi untuk memaparkan Generasi IV dari sudut pandang seorang desainer reaktor nuklir dan mencoba memahamkan game-nya para desainer reaktor nuklir.  Bahwa tipe reaktor generasi IV adalah hasil dari suatu optimasi desain yg dimainkan oleh para desainer reaktor nuklir.

Berikut slides terkait desain(er) reaktor nuklir pada kesempatan tersebut

This slideshow requires JavaScript.

Selain slide diatas pada kesempatan tersebut juga sy memperkenalkan tentang RDE yg bs dimasukkan dalam kategori Gen-IV (hmm..terutama dari sisi safety features), juga motivasi yg sehari sebelumnya disampaikan di acara komun-ITI.

Oh ya..alhamdulillah setelah acara bs ikutan shilaturahim dgn keluarga besar STTN (khususnya yg seangkatan sy masuk BATAN) karena bertepatan dengan acaranya Pak Edy Giri yg baru saja dilantik jd Kepala STTN.

Alhamdulillah dapat souvenir keramik berikut

gen4_bem-sttn

Posted by: tsdipura | July 13, 2016

Melahirkan ‘raksasa’

Jumat 3 Juni 2016 lalu, sy berkesempatan bicara di forumnya Komunitas Muda Nuklir (KOMUN) Tangerang Selatan yang diadakan di kampus ITI Serpong. Acaranya mereka namakan Nuclear Talks 2016 “Bagaimana Kesiapan Indonesia Membangun Sarana Reaktor Daya Eksperimental” sebagaimana bisa dilihat diundangan berikut. Seperti biasa acara ini bekerja sama dengan Mas Dimas cs. dari Pusat Diseminasi dan Kerjasama (PDK) BATAN.

Hmm…pertama datang ke ruangan acara, sy lihat backdrop yang ada di depan…hehe ternyata ada kesalahan besar (tp gak berdampak fatal siih), kok bs ya panitia salah sangka klo yg itu dikiranya foto sy. Hehe kebetulan orang yg ada di foto itu lebih hebat dr sy…mungkin panitia mau memotivasi sy.

Slide23

Read More…

Posted by: tsdipura | April 11, 2016

Progress X-Energy

xe100-complex

X-Energy, start-up baru dari US mengusung teknologi Pebble Bed Reaktor yang mereka beri nama Xe-100.

2015 – The Xe-100 A Different Kind of Nuclear Reactor

2015 – X-Energy and SCE&G complete integration study for Xe-100 pebble bed reactor

2016 – Oregon NSE Partners with X-Energy

2016 – Meet a startup making a new kind of safer, smaller nuclear reactor

2016 – X-energy wins DOE grant for Xe-100 small reactor development

Posted by: tsdipura | April 10, 2016

Progress HTR-PM

2007 – Economic potential of modular reactor nuclear power plants based on the Chinese HTR-PM project_ZHANG

2011 – IAEA Progress Report

2014 – First HTR-PM construction progress (sumber berita)

2015 – Technologies of HTR-PM plant and its economic potentials._DONG_Y-201508

2016 – Simulator delivered for China (sumber berita)

2016 – China Saudi Arabia Agree to build HTR (sumber berita)

2016 – First vessel installed in China`s HTR-PM unit 

2016 – China`s HTGR fuel production line starts up (sumber berita)

2016 – HTR helium fan motor passes acceptance tests (sumber berita)

Posted by: tsdipura | March 31, 2016

Laporan Perjalanan Dinas

Laporan Delegasi Tim Teknis RI-Rusia_Maret2016

Lamp1 – Brafaks Laporan Pertemuan Teknis Roadmap RI-Rusia REV, as of 18 March 2016, 8.50 pm

Lamp2 – Road Map of Bilateral Projects – Draft as of 18 March 2016, 8 pm

Lamp3 – Kronologis Road Map Project Rusia-RI

Posted by: tsdipura | March 31, 2016

Cara TUBSAT versi RDE ?

Salah satu rekan dalam delegasi kunjungan ke Rusia kali ini adalah Pak Kris Dewanto dari LAPAN. Sarjana alumni amrik dari beasiswa Habibie ini telah kerja di LAPAN sekitar 25 tahun. Naah..dalam salah satu diskusi beliau cerita tentang pengalaman transfer teknologi pembangunan satelit pertama lapan yang bernama LAPAN-TUBSAT1.

Awalnya pihak LAPAN mendatangi pemerintah Jerman membicarakan kemungkinan `belajar` bikin satelit. Setelah mendengar apa yang diinginkan pihak LAPAN, pemerintah JErman nunjuk satu professor di TU Berlin…”Silahkan berguru ke professor ini klo memang mau belajar tentang satelit yang dimaksud”, kurang lebih begitu arahan dari pemerintah Jerman. Maka LAPAN langsung mengkontak Professor tersebut dan akhirnya deal proses belajar dimana LAPAN akan bikin satelit langsung di bawah arahan professor tersebut. Klo sy gak salah ingat harga total proyek tersebut, termasuk bayar Pak Prof. nya beberapa  milyar rupiah. Dari sisi LAPAN dipilihlah 30 orang dimana mereka secara bergantian berkunjung ke TU Berlin ketika memang tahap pengerjaan sedang pada tahap bagian keahlian mereka, hanya ada 4 orang yang terus berada disana selama 1.5 tahun tersebut mengikuti semua proses pembangunan satelit tersebut. Akhirnya satelit tersebut beres dibangun dalam waktu yang direncanakan…sekarang dikenal dengan nama LAPAN-TUBSAT1 (TUB= TU Berlin).

30 orang yang terlibat aktif dalam proyek pembangunan TUBSAT menjadi modal SDM utama LAPAN untuk membangun satelit-satelit selanjutnya secara mandiri.

Bagaimana dengan RDE?

Pengalaman tahap desain di tahun 2015 sesungguhnya sangat luar biasa…ilmu tentang desain HTGR yang kita terima sangat banyak dan ini terdokumentasi dengan baik dalam dokumen-dokumen hasil tahun 2015. Meskipun memang ilmu ini belum sampe pada tahap how-to, gimana cara bikinnya? masih pada tahap konsep desain dari HTGR dan konsep analisis keselamatannya. NUKEM sebagai salah satu konsultan dalam proses ini mungkin telah berperan sebagai TU Berlin dalam proyek TUBSAT, representasi dari ilmu dan pengalaman berbagai institusi jerman (baik kampus seperti Julich, ataupun industri seperti  SIEMENS).

Selanjutnya RDE akan masuk pada tahap EPC, inilah tahap yang penting bagi kita untuk benar-benar bisa belajar bagaimana bangun sebuah HTGR. `Kita` disini tidak terbatas hanya pada pihak BATAN tp juga pihak-pihak lain misalnya dari industri nasional yang memang akan mendukung pengembangan industri nuklir Indonesia berbasis teknologi RDE ini. Siapa memainkan peran sebagai TU Berlin ? Hingga saat ini belum fix, meskipun kemungkinan besar BATAN mewakili Indonesia akan bekerjasama dengan ROSATOM sebagai wakil dari Rusia dalam skema G-to-G cooperation. Siapa Tim30 yg berperan penting menangkap semua ilmu, pengalaman, dan know-how dari proses pembangunan RDE ini? Hmm..siapapun dan bgmn pun caranya, perlu menjadi target (selain target dasar yaitu RDE berdiri dan beroperasi, juga kita bs jd operator) bahwa setelah pembanguna RDE ini, kita telah cukup ilmu dan pengalaman untuk bisa membangun sendiri secara mandiri. Mungkin tidak semuanya bisa dibikin dari dalam negeri, tapi kita sendiri yang bisa menentukan mana yang perlu didatangkan dari luar dan mana yang bisa dibuat didalam negeri…yg jelas reaktor berbasis RDE kedepan harus berlabel `made* by Indonesian`! Dengan begitu, kedepan kita bisa melanjutkan sejarah HTGR dan menjadi pemain didalam sejarah tersebut. Melanjutkan gambar dari Prof. Klostermann di Deltf tentang kiprah menuju penguasaan dan komersialisasi teknologi HTGR, kedepan semoga `sejarah` berikut bisa diwujudkan.

SejarahHTRkita

Melihat demand listrik Indonesia yang besar tapi distributed, reaktor berbasis RDE kedepan bs jadi supplier kebutuhan listrik yang fleksibel baik untuk Indonesia timur dengan daya kecil-kecil (orde 50-100MWe) atau Indonesia barat yang perlu orde Giga dengan mengaplikasikan skema modular. Ketika ini terjadi…seharusnya kita gak lagi cuma jadi `penonton`, semoga!!

 

*designed and constructed

 

 

Posted by: tsdipura | March 18, 2016

Rapat Finalisasi Roadmap Kerjasama RI-RUSIA

Yap..inilah tujuan utama dari kunjungan Delegasi Tim Teknis ke Moscow.

Terdapat sekitar 30 program kerjasama dari berbagai bidang melibatkan berbagai institusi RI maupun Rusia. Sebelum berangkat ke Moscow, Tim Kemenko Perekonomian sudah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam roadmap tersebut. Meskipun pada akhirnya yang berangkat hanya dari beberapa institusi, namun `pesan` dari pihak lain yang gak dateng juga diamanahkan kepada tim ini…khususnya dari Kemenko Perekonomian. Kami dari BATAN sendiri, secara khusus bertugas mengawal program kerja sama yang dilabeli `peaceful use of atomic energy`, sehingga bisa berlanjut sebagai bagian Roadmap yang kedepannya akan disepakati oleh pimipinan kedua negara.

Histori Roadmap sebelum Kunjungan Delegeasi Tim Teknis (disusun oleh Pak Sutrasno BATAN yang mengikuti kerjasama RI-RUSIA ini sejak setahun sebelumnya).

Jumat, 8 Januari 2016

  • Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia, Komarov, melakukan kunjungan kerja ke kantor kemenko bidang ekonomi dan bertemu dengan Menteri Darmin Nasution.
  • Komarov menyampaikandan mendisikusilan draft proposal Road Map program kerja sama strategis Rusia-Indonesia.
  • Proposal berisi 36 projek kerja sama strategis termasuk projek “Nuclear Power Plant” yang diangap paling strategis oleh pihak Rusia

Kamis, 14 Januari 2016

  • Kantor kemenko Bidang Ekonomi menerima dan menindak lanjuti usulan proposal Road Map Rusia dengan mengundang pihak-pihak terkait projek termasuk BATAN.
  • BATAN memberi tanggapan terhadap draft usulan Road Map projek pada projek RDE (projek no 1) dan status usulan projek PLTN (projek no. 3).
  • Usulan BATAN diberikan oleh PKSEN

Berangkat dari status hingga Kamis 14 Januari 2016 diatas maka akan dilakukan pertemuan untuk Finalisasi Road Map yang akan dilakukan di Moscow. Kemenko Bidang Ekonomi meminta tiap institusi untuk terus melakukan updating terhadap usulannya, dan klo bisa mengirimkan wakilnya dalam delegasi tersebut.

 

(bersambung)

« Newer Posts - Older Posts »

Categories